k0re@n

Senin, 17 Januari 2011

Banjir bandang autralia dan brazil

Banjir Bandang di Australia, 8 Tewas

Delapan orang tewas dan sejumlah orang lagi hilang, Selasa (11/1), setelah banjir bandang menerjang satu kota kecil Australia seperti "tsunami di daratan", yang secara dramatis meningkatkan krisis luas akibat banjir.

Para pejabat mengatakan jumlah korban jiwa diperkirakan bertambah setelah arus air yang sangat kuat memporakporandakan kota Toowoomba dan daerah lain di dekatnya, menghanyutkan mobil dam membuat penyintas berpegang pada pohon.

"Ini adalah kondisi mengejutkan dan memilukan," kata Perdana Menteri Negara Bagian Queensland Anna Bligh.
                               


Citra TV memperlihatkan pepohonan berubah jadi titik sementara mobil hanyut, sebagian orang duduk di atas pohon, sementara di tempat lain banyak warga dipaksa menyelamatkan diri ke atap gedung sementara permukaan air mencapai atap rumah mereka.

Seorang perempuan dan dua anak kecil ditemukan tewas di pusat kota Toowoomba, yang berada 125 kilometer di sebelah barat ibu kota negara bagian itu, Brisbane, sementara seorang pria dan seorang anak lelaki tewas di Murphys Creek, yang berdekatan, kata beberapa pejabat.

Koordinator bencana Ian Stewart mengatakan tim penyelamat sedang mencari 72 orang yang dilaporkan hilang. Ditambahkannya, ia sangat prihatin dengan kotapraja Grantham, tempat puluhan orang terjebak.

"Grantham akan menghadapi, menurut pendapat saya, bencana dalam jumlah rumah yang telah rusak atau hancur dan kami sedang menunggu konfirmasi mengenai kemungkinan bertambahnya korban jiwa," kata Stewart.

Banjir bandang itu disebabkan oleh hujan lebat yang mengguyur bagian timur-laut Australia, yang diterjang banjir, tempat air sungai yang meluap telah menggenangi wilayah dengan luas sama dengan gabungan negara Prancis dan Jerman dan menimbulkan kerugian ekonomi besar.

Anggota parlemen federal Ian MacFarlane menggambarkan keadaan dramatis di Toowoomba, saat banjir bandang merendam kota kecil tersebut sebelum surut dalam waktu tiga jam. Banjir itu meninggalkan kerusakan dan mayat di dalam mobil.

"Kami menyaksikan bangunan demi bangunan, air mengalir kencang ke dalamnya dan menghancurkan jendelanya," kata MacFarlane kepada Sky News. "Banyak mobil yang diparkir di tempat parkir terangkat dan terapung-apung di jalanan."

"Saya telah tinggal di Toowoomba selama 20 tahun dan saya tak pernah menyaksikan keadaan seperti itu. Ini adalah banjir yang tak pernah terjadi sebelumnya di Toowoomba," tambahnya.

Tim pertolongan dengan menggunakan helikopter yang dikirim untuk mencari orang yang hilang di wilayah Lockyer Valley terhambat oleh hujan lebat yang mengguyur terus pada Selasa.

"Ini telah menjadi hari yang mengerikan, hari yang mengerikan," kata Komisaris Polisi Bob Atkinson.

"Laporan awal akan menunjukkan apa yang menerjang Toowoomba bisa paling tepat digambarkan sebagai `tsunami seketika`. Tembok besar air menerjang Lockyer Valley," katanya.

Bligh menyebut gelombang air tersebut sebagai "keanehan alam" dan Queensland menghadapi "saat paling kelamnya".(Ant/RAS





Tanah Longsor di Brasil, 270 Orang Terkubur 

Rio de Janeiro - Banjir dan tanah longsor merontokan daerah pegunungan di sekitar Rio de Janeiro, Brasil. Setidaknya 270 orang tewas terkubur longsor.

Di Rio, 257 orang terkubur lumpur dan air deras dari tanah longsor saat sedang tertidur lelap. Hujan deras juga menewaskan 13 orang di Sao Paulo.

Seperti dilansir Reuters, Kamis (13/1/2011), curah hujan dalam 24 jam terakhir sama banyaknya dengan curah hujan satu bulan di Brasil. Akibatnya sungai meluap dan perbukitan tidak bisa menahan air. Longsor mulai terjadi sejak Rabu (12/1) kemarin.

Tim SAR mengatakan rumah-rumah juga rusak akibat longsor. Sementara gambar-gambar di televisi menunjukkan rumah-rumah terkubur lumpur dan tim SAR berjibaku mencari korban yang masih hidup.




"Sudah tidak tahu lagi rumah mana yang bakal rubuh. Rumah orang kaya atau miskin, semua hancur," kata Fernanda Carvalho, warga setempat.


Sementara di Teresopolis, 100 km di utara Rio, 130 orang juga tewas. Di Petropolis, 20 orang tewas dan ada lagi 107 orang tewas di Nova Friburgo. Menurut Menteri Lingkungan Hidup Brasil Carlos Minc, jumlah korban tewas dipastikan terus bertambah.

"Banyak yang tewas saat tidur. Tim SAR masih terus berdatangan ke daerah bencana. 1.000 orang kehilangan rumah. Ini bencana paling besar dalam sejarah kota kami," kata Walikota Teresopolis, Jorge Mario.


Presiden Brasil Dilma Rousseff menyiapkan dana bencana US$ 460 juta atau sekitar Rp 420 miliar. Sementara ada juga ribuan orang terisolasi akibat banjir. Listrik dan komunikasi pun terputus. Gubernur Rio, Sergio Cabral pun meminta militer membawa tim SAR dan bantuan ke daerah yang terisolir.

Kebanyakan korban adalah orang-orang miskin yang tinggal di kawasan pemukiman kumuh yang rawan longsor. Longsor pada April 2010 lalu di Rio juga menewaskan 180 orang warga pemukiman kumuh.
(fay/nrl)



guys global warming bener2 lagi mengancam bumi qt .....
qt hruz bner2 menjaga bumi qt yang penuh dengan kehidupan

Tidak ada komentar: